Dzikrullah

Khutbah Jumat, 06 Sya’ban 1437 H / 13 Mei 2016
Dzikrullah
Khutbah Pertama

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ العَالَمِينَ، أَمَرَ عِبَادَهُ بِذِكْرِهِ، وَوَعَدَ الذَّاكِرِينَ بِفَضْلِهِ، وأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، ذُو الإِنْعَامِ وَالإِحْسَانِ، الْمَذْكُورُ بِكُلِّ لِسَانٍ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّداً عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ، خَاتَمُ النَّبِيِّينَ، وَإِمَامُ الْمُرْسَلِينَ، صَلَّى اللَّهُ وَسَلَّمَ وَبَارَكَ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ الْغُرِّ الْمَيَامِينَ، وَعَلَى مَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.
أَمَّا بَعْدُ: فَأُوصِيكُمْ عِبَادَ اللَّهِ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ، قَالَ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى:( فَاتَّقُوا اللَّهَ يَا أُوْلِي الأَلْبَابِ الَّذِينَ آمَنُوا قَدْ أَنزَلَ اللَّهُ إِلَيْكُمْ ذِكْراً)().
Kaum Muslimin : sesungguhnya kita berada di bulan Sya’ban, bulan mulia, dimana amalan diangkat kepada Allah, kami memohon kepada Allah semoga Allah menyampaikan kita pada bulan Ramadhan, dan diantara amalan yang paling utama dan paling mulia adalah berdzikir kepada Allah, Rasulullah Saw bersabda :
لأَنْ أَقُولَ سُبْحَانَ اللَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ، أَحَبُّ إِلَىَّ مِمَّا طَلَعَتْ عَلَيْهِ الشَّمْسُ
“Sesungguhnya membaca : Subhanallah, Walhamdulillah, Wa Laa Ilaha Illallahu, Wallahu Akbar, lebih aku cintai daripada  segala sesuatu yang terkena sinar matahari” (Muslim 2695). Oleh karena itu Allah memerintahkan para nabi-Nya untuk berdzikir, Dia memerintahkan nabi Zakaria :
وَاذْكُرْ رَبَّكَ كَثِيرًا وَسَبِّحْ بِالْعَشِيِّ وَالإِبْكَارِ
“Dan sebutlah (nama) Tuhanmu sebanyak-banyaknya serta bertasbihlah di waktu petang dan di pagi hari” (Ali Imran 3 : 41). Allah memerintahkan Nabi Muhammad Saw :
وَاذْكُرِ اسْمَ رَبِّكَ بُكْرَةً وَأَصِيلاً
“Dan sebutlah nama Tuhanmu pada (waktu) pagi dan petang” (Al Insan 76 : 25). Dan kita diperintahkan oleh Allah untuk memperbanyak berdzikir kepada-Nya, disebutkan dalam firman-Nya :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا* وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلاً
“Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, dzikir  yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang” (Al Ahzab 33 : 41-42). Ibnu Abbas RA berkata : sesungguhnya Allah tidak mewajibkan kepada hamba-hamba-Nya sebuah kewajiban melainkan menjadikannya baginya batasan tertentu, dan memaafkan bagi orang yang memilik halangan, selain dzikir karena dzikir tidak dijadikan batasan tertentu, dan tidak ada alasan bagi seorang untuk meninggalkannya kecuali bagi orang yang memang sengaja meninggalkannya, Allah berfirman :
فَاذْكُرُوا اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَى جُنُوبكُمْ
“Ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring” (An Nisa’ 4 : 103). Di waktu malam dan siang, di daratan dan lautan, saat bepergian dan saat di rumah, saat kaya dan miskin, saat sehat dan sakit, sembunyi-sembunyi dan terang-terangan dan dalam berbagai keadaan (Tafsir Ibnu Katsir 11/182). 

Wahai orang-orang yang rajin berdzikir : barang siapa memperbanyak  berdzikir kepada Allah maka ia telah beruntung, Rasulullah Saw bersabda :
« سَبَقَ الْمُفَرِّدُونَ». قَالُوا: وَمَا الْمُفَرِّدُونَ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ:« الذَّاكِرُونَ اللَّهَ كَثِيرًا وَالذَّاكِرَاتُ
“Para mufarridun telah mendahului. Para sahabat bertanya : siapakah Al Mufarridun itu wahai Rasulullah ? Beliau bersabda : laki-laki dan perempuan yang banyak berdzikir kepada Allah” (Muslim 6984). Karena dzikir diangkat ke langit, sebagaimana disebutkan dalam firman Allah :
إِلَيْهِ يَصْعَدُ الْكَلِمُ الطَّيِّبُ وَالْعَمَلُ الصَّالِحُ يَرْفَعُهُ
“Kepada-Nyalah naik perkataan-perkataan yang baik dan amal yang shaleh dinaikkan-Nya” (Fathir 35 : 10). Catatan mengenai dzikir seorang hamba akan dibawa ke langit. Sedangkan (perkataan-perkataan yang baik) maksudnya adalah tahmid, tamjid dan dzikrullah (Tafsir Al Qurthubi 14/329). Perkataan  itu naik sampai ke Arsy, lalu disebutkan pemilik perkataan  itu di tempat yang mulia, Rasulullah Saw bersabda :
الَّذِينَ يَذْكُرُونَ مِنْ جَلاَلِ اللَّهِ مِنْ تَسْبِيحِهِ وَتَحْمِيدِهِ وَتَكْبِيرِهِ وَتَهْلِيلِهِ يَتَعَاطَفْنَ -أَيْ يَطُفْنَ- حَوْلَ الْعَرْشِ، لَهُنَّ دَوِيٌّ كَدَوِيِّ النَّحْلِ، يُذَكِّرْنَ بِصَاحِبِهِنَّ، أَلاَ يُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ لاَ يَزَالَ لَهُ عِنْدَ اللَّهِ شَيْءٌ يُذَكِّرُ بِهِ
“Orang-orang yang menyebut keagungan nama Allah, bertasbih, bertahmid, bertakbir dan bertahlil kepada-Nya, maka terdengarlah di sekitar Arsy gema suara seperti suara lebah, menuturkan orang yang mengucapkannya, tidakkah seseorang diantara kalian suka bila ada sesuatu dari amalnya yang terus menerus disebutkan di sisi Allah” (Ibnu Majah 3809 dan Ahmad 18859). Bila seseorang mengucapkan dzikir, maka ia akan diangkat menuju Allah, lalu Dia mengabulkannya, Rasulullah Saw bersabda :
مَنْ قَالَ: لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ. صَدَّقَهُ رَبُّهُ فَقَالَ: لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنَا، وَأَنَا أَكْبَرُ. وَإِذَا قَالَ: لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ. قَالَ اللَّهُ: لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنَا، وَأَنَا وَحْدِي. وَإِذَا قَالَ: لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ. قَالَ اللَّهُ: لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنَا وَحْدِي لاَ شَرِيكَ لِي. وَإِذَا قَالَ: لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ. قَالَ اللَّهُ: لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنَا لِيَ الْمُلْكُ وَلِيَ الْحَمْدُ. وَإِذَا قَالَ: لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ، وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ. قَالَ اللَّهُ: لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنَا وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِي. وَكَانَ يَقُولُ: مَنْ قَالَهَا فِي مَرَضِهِ ثُمَّ مَاتَ لَمْ تَطْعَمْهُ النَّارُ
“Barangsiapa yang mengucapkan: Tidak ada Tuhan selain Allah dan Allah Maha Besar. Tuhannya akan membenarkan ucapan itu dan berfirman: Tidak ada Tuhan selain Aku dan Akulah Yang Maha Besar. Jika hamba itu mengucapkan : Tidak ada Tuhan selain Allah satu-satunya, Allah berfirman: Tidak ada Tuhan selain Aku satu-satunya. Jika hamba itu mengucapkan: Tidak ada Tuhan selain Allah satu-satunya tidak ada sekutu bagi-Nya, Allah berfirman: Tidak ada Tuhan selain Aku tidak ada sekutu bagi-Ku. Jika hamba itu mengucapkan: Tidak ada Tuhan selain Allah, hanya bagi-Nya lah kekuasaan dan pujian, Allah berfirman: Tidak ada Tuhan selain Aku, hanya bagi-Ku lah kekuasaan dan pujian. Jika hamba itu mengucapkan :Tidak ada Tuhan selain Allah dan tiada daya dan kekuatan kecuali (atas pertolongan) Allah, Allah berfirman: Tidak ada Tuhan selain Aku dan tiada daya dan kekuatan kecuali (atas pertolongan) Ku. Dan beliau bersabda : barang siapa membacanya saat sakitnya kemudian meninggal, maka ia tidaka kan disentuh oleh api neraka” (At Tirmidzi 3430 dan Ibnu Majah 3794). Sungguh sebuah keberuntungan, dan kemuliaan, bila kita disebutkan di tempat yang paling tinggi, dan Allah membenarkannya atas ucapan kita, maka sebuah berita gembira bagi orang-orang yang berdzikir.

Wahai orang-orang yang rajin berdzikir : diantara keutamaan Allah yang dilimpahkan pada kita adalah dipermudahkan dzikir, sehingga mudah diucapan oleh lisan, dan diizinkan untuk berdzikir kepada-Nya semampu kita, dan sesempat kita, baik itu siang atau malam, dan Rasulullah Saw telah menetapkan dzikir pada waktu-waktu tertentu dan pada keadaan tertentu pula, karena didalamnya terdapat kandungan manfaat yang besar, diantaranya bila seseorang memasuki rumahnya dan berdzikir kepada Allah, maka keluarganya akan mendapatkan kebahagiaan, ketentraman dan kehidupan yang nyaman, karena syetan telah terusir dan pergi, Nabi Saw bersabda :
إِذَا دَخَلَ الرَّجُلُ بَيْتَهُ فَذَكَرَ اللَّهَ عِنْدَ دُخُولِهِ وَعِنْدَ طَعَامِهِ، قَالَ الشَّيْطَانُ: لاَ مَبِيتَ لَكُمْ وَلاَ عَشَاءَ. وَإِذَا دَخَلَ فَلَمْ يَذْكُرِ اللَّهَ عِنْدَ دُخُولِهِ قَالَ الشَّيْطَانُ: أَدْرَكْتُمُ الْمَبِيتَ. وَإِذَا لَمْ يَذْكُرِ اللَّهَ عِنْدَ طَعَامِهِ قَالَ: أَدْرَكْتُمُ الْمَبِيتَ وَالْعَشَاءَ
“Bila seseorang memasuki rumahnya, dan ia menyebut nama Allah ketika masuk dan ketika makan, syetan berkata : tidak ada tempat menginap dan tidak ada makan malam bagi kalian, dan bila ia masuk rumah tanpa menyebut nama Allah, maka syetan berkata : kalian mendapatkan tempat menginap, dan bila ia tidak menyebut nama Allah ketika makan, ia berkata :kalian mendapatkan tempat menginap dan makan malam” (Muslim 5381) 
Nabi Saw menegaskan dalam sabdanya :
مَثَلُ الْبَيْتِ الَّذِي يُذْكَرُ اللَّهُ فِيهِ وَالْبَيْتِ الَّذِي لاَ يُذْكَرُ اللَّهُ فِيهِ مَثَلُ الْحَيِّ وَالْمَيِّتِ
“Perumpamaan rumah yang disebut nama Allah di dalamnya dan rumah yang tidak disebut nama Allah di dalamnya seperti perumpamaan orang hidup dan orang mati” (Muslim 779). Bila seseorang keluar dari rumahnya, lalu ia menyebut nama Allah ketika keluar rumahnya, maka Allah akan mengarahkannya kepada kebaikan, menutupi gundahnya dan melindunginya dari keburukan orang lain, Rasulullah Saw bersabda :
إِذَا خَرَجَ الرَّجُلُ مِنْ بَيْتِهِ فَقَالَ: بِسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ، لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ. يُقَالُ حِينَئِذٍ: هُدِيتَ وَكُفِيتَ وَوُقِيتَ، فَتَتَنَحَّى لَهُ الشَّيَاطِينُ، فَيَقُولُ لَهُ شَيْطَانٌ آخَرُ: كَيْفَ لَكَ بِرَجُلٍ قَدْ هُدِيَ وَكُفِيَ وَوُقِيَ
“Bila seseorang keluar rumahnya dan membaca : Dengan nama Allah, aku bertawakkal kepada Allah, tiada daya dan upaya kecuali dengan izin Allah. Maka saat itu dikatakan padanya : kamu telah diberi petunjuk, dicukupi dan dilindungi, syetan menjauh darinya, lalu syetan yang lain berkata padanya : bagaimana seorang laki-laki yang telah mendapat petunjuk, kecukupan dan penjagaan” (Abu Daud 5097 dan At Tirmidzi 3754). Ia akan termasuk orang yang tenang karena ia mendapatkan perlindungan dari Allah dan :
إِذَا أَوَيْتَ إِلَى فِرَاشِكَ فَاقْرَأْ آيَةَ الْكُرْسِيِّ، لَنْ يَزَالَ مَعَكَ مِنَ اللَّهِ حَافِظٌ، وَلاَ يَقْرَبُكَ شَيْطَانٌ حَتَّى تُصْبِحَ
“Jika kamu hendak berbaring diatas tempat tidurmu, maka bacalah ayat Al Kursi, dengannya kamu selalu dijaga oleh Allah dan syetan tidak akan mendekatimu hingga bangun pagi” (Bukhari 5010). Membaca ayat Al Kursi setiap selesai shalat merupakan salah satu penyebab masuk surga, Rasulullah Saw bersabda : 
مَنْ قَرَأَ آيَةَ الْكُرْسِيِّ فِي دُبُرِ كُلِّ صَلاَةٍ مَكْتُوبَةٍ لَمْ يَمْنَعْهُ مِنْ دُخُولِ الْجَنَّةِ إِلاَّ أَنْ يَمُوتَ
“Barang siapa membaca ayat Al Kursi setelah selesai shalat maktubah, maka tidak ada yang menghalaginya masuk surga kecuali kematian” (An Nasa’I dalam kitab Al Kubra 8948)

Ya Allah berilah kami taufiq untuk selalu berdzikir kepada-Mu, bersyukur atas nikmat-Mu, masukkan kami ke dalam surga-Mu, dan berilah kami semua taufiq untuk mentaati-Mu,  mentaati Rasul-Mu Muhammad Saw dan mentaati orang yang Engkau perintahkan kepada kami agar ditaatinya, sebagai pengamalan atas firman-Mu :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُوْلِي الأَمْرِ مِنكُمْ ().
“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu” (An Nisa’ 4 : 59).
نَفَعَنِي اللَّهُ وَإِيَّاكُمْ بِالْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَبِسُنَّةِ نَبِيِّهِ الْكَرِيمِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.
أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.

Khutbah Kedua
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ، اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ الطَّيِّبِينَ الطَّاهِرِينَ وَعَلَى أَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ، وَعَلَى التَّابِعِينَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.
Bertakwalah kepada Allah wahai hamba Allah dengan sebenar-benarnya takwa, langgengkan ketaatan pada-Nya dan berdzikirlah kepada Allah dalam setiap waktu kalian. Ada  seseoang bertanya pada Rasulullah ;
يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ شَرَائِعَ الإِسْلاَمِ قَدْ كَثُرَتْ عَلَيَّ فَأَخْبِرْنِي بِشَيْءٍ أَتَشَبَّثُ بِهِ. قَالَ ( :« لاَ يَزَالُ لِسَانُكَ رَطْباً مِنْ ذِكْرِ اللَّهِ»
“Wahai Rasulullah, sesungguhnya syariat Islam telah banyak, beritahukanlah kepadaku suatu pegangan, Beliau bersabda : hendaknya linsamu senantiasa basah dengan dzikir kepada Allah” (At Tirmidzi 3375 dan Ibnu Majah 3793). Karena dzikir dapat menggugurkan dosa-dosa seseorang dan membersihkan buku catatannya, Rasulullah Saw bersabda :
مَنْ قَالَ: سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ. فِي يَوْمٍ مِائَةَ مَرَّةٍ حُطَّتْ خَطَايَاهُ، وَإِنْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ الْبَحْرِ
“Barang siapa membaca : Subhanallah wa bihamdih, seratus kali dalam sehari, maka kesalahannya digugurkan walaupun sebanyak buih lautan” (Muttafaq ‘alaih). Dengan dzikir seseorang akan menikmati ketenangan dan ketentraman, hatinya menjadi tenang, kegundahannya akan sirna, jiwanya akan bahagia dan hatinya akan tenang, Allah berfirman :
الَّذِينَ آمَنُواْ وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ اللَّهِ أَلاَ بِذِكْرِ اللّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
“(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tentram” (Ar Ra’d 13 : 28). Di akhirat ia akan mendapatkan syurga dan kedudukan yang diangkat, Allah Swt berfirman :
وَالذَّاكِرِينَ اللَّهَ كَثِيرًا وَالذَّاكِرَاتِ أَعَدَّ اللَّهُ لَهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا
“Laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar” (Al Ahzab 33 : 35). Dan apakah kita termasuk orang-orang yang selalu berdzikir kepada Allah pada setiap waktu, mengajarkan anak-anaknya berdzikir kepada Pencipta mereka, mengajarkan mereka dzikir, semoga Allah menjaga mereka dengan dzikir itu.

هَذَا وَصَلُّوا وَسَلِّمُوا عَلَى مَنْ أُمِرْتُمْ بِالصَّلاَةِ وَالسَّلاَمِ عَلَيْهِ، قَالَ رَسُولُ اللَّهِ (:« مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلاَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْراً»(). اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا لَكَ ذَاكِرِينَ، وَلِنَعْمَائِكَ مِنَ الشَّاكِرِينَ، وَبِجَنَّتِكَ فَائِزِينَ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ.
اللَّهُمَّ ارْحَمْ شُهَدَاءَ الْوَطَنِ وقُوَّاتِ التَّحَالُفِ الأَبْرَارَ، وَأَنْزِلْهُمْ مَنَازِلَ الأَخْيَارِ، وَارْفَعْ دَرَجَاتِهِمْ فِي عِلِّيِّينَ مَعَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ، يَا عَزِيزُ يَا كَرِيمُ.
اللَّهُمَّ اجْزِ خَيْرَ الْجَزَاءِ أُمَّهَاتِ الشُّهَدَاءِ وَآبَاءَهُمْ وَزَوْجَاتِهِمْ وَأَهْلِيهِمْ جَمِيعًا، اللَّهُمَّ انْصُرْ قُوَّاتِ التَّحَالُفِ الْعَرَبِيِّ، الَّذِينَ تَحَالَفُوا عَلَى رَدِّ الْحَقِّ إِلَى أَصْحَابِهِ، اللَّهُمَّ كُنْ مَعَهُمْ وَأَيِّدْهُمْ، اللَّهُمَّ وَفِّقْ أَهْلَ الْيَمَنِ إِلَى كُلِّ خَيْرٍ، وَاجْمَعْهُمْ عَلَى كَلِمَةِ الْحَقِّ وَالشَّرْعِيَّةِ، وَارْزُقْهُمُ الرَّخَاءَ وَالاِسْتِقْرَارَ يَا أَكْرَمَ الأَكْرَمِينَ.
اللَّهُمَّ ارْضَ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ: أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ، وَعَنْ سَائِرِ الصَّحَابَةِ الأَكْرَمِينَ.
اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ مِنَ الْخَيْرِ كُلِّهِ، عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ، وَنَسْأَلُكَ الْجَنَّةَ لَنَا وَلِوَالدينَا، وَلِمَنْ لَهُ حَقٌّ عَلَيْنَا، وَلِلْمُسْلِمِينَ أَجْمَعِينَ.
اللَّهُمَّ وَفِّقْ رَئِيسَ الدَّوْلَةِ، الشَّيْخ خليفة بن زايد، وَأَدِمْ عَلَيْهِ مَوْفُورَ الصِّحَّةِ وَالْعَافِيَةِ، وَاجْعَلْهُ يَا رَبَّنَا فِي حِفْظِكَ وَعِنَايَتِكَ، وَوَفِّقِ اللَّهُمَّ نَائِبَهُ وَوَلِيَّ عَهْدِهِ الأَمِينَ لِمَا تُحِبُّهُ وَتَرْضَاهُ، وَأَيِّدْ إِخْوَانَهُ حُكَّامَ الإِمَارَاتِ.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ، اللَّهُمَّ ارْحَمِ الشَّيْخ زَايِد، وَالشَّيْخ مَكْتُوم، وَشُيُوخَ الإِمَارَاتِ الَّذِينَ انْتَقَلُوا إِلَى رَحْمَتِكَ، وَأَدْخِلِ اللَّهُمَّ فِي عَفْوِكَ وَغُفْرَانِكَ وَرَحْمَتِكَ آبَاءَنَا وَأُمَّهَاتِنَا وَجَمِيعَ أَرْحَامِنَا وَمَنْ لَهُ حَقٌّ عَلَيْنَا.
اللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنْ كُلِّ مَنْ أَدَّى زَكَاةَ مَالِهِ، وَاخْلُفْ عَلَيْهِ، وَبَارِكْ لَهُ فِيمَا رَزَقْتَهُ، اللَّهُمَّ إنَّا نَسْأَلُكَ الْمَغْفِرَةَ والثَّوَابَ لِمَنْ بَنَى هَذَا الْمَسْجِدَ وَلِوَالِدَيْهِ، وَلِكُلِّ مَنْ عَمِلَ فِيهِ صَالِحًا وَإِحْسَانًا، وَاغْفِرِ اللَّهُمَّ لِكُلِّ مَنْ بَنَى لَكَ مَسْجِدًا يُذْكَرُ فِيهِ اسْمُكَ، أَوْ وَقَفَ وَقْفًا يَعُودُ بِالْخَيْرِ عَلَى عِبَادِكَ، أَوْ تَنْتَفِعُ بِهِ ذُرِّيَّتُهُ مِنْ بَعْدِهِ.
اللَّهُمَّ اجْعَلْ جَمْعَنَا هَذَا جَمْعًا مَرْحُوْمًا، وَاجْعَلْ تَفَرُّقَنَا مِنْ بَعْدِهِ تَفَرُّقًا مَعْصُوْمًا، وَلاَ تَدَعْ فِيْنَا وَلاَ مَعَنَا شَقِيًّا وَلاَ مَحْرُوْمًا.
اللَّهُمَّ احْفَظْ دَوْلَةَ الإِمَارَاتِ مِنَ الْفِتَنِ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، وَأَدِمْ عَلَيْهَا الأَمْنَ وَالأَمَانَ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ().
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَ اللَّهِ:( إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي القُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ)()
اذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكرُوهُ علَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ (وَأَقِمِ الصَّلاَةَ إِنَّ الصَّلاَةَ تَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ)().

HYPERLINK “https://www.awqaf.gov.ae/Jumaa.aspx?SectionID=5&RefID=6099” https://www.awqaf.gov.ae/Jumaa.aspx?SectionID=5&RefID=6099

Iklan

Tentang latape2003

Berbagi ilmu yang didapat, agar para sahabat menjadi tertambat pada ajaran syariat
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized dan tag , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Dzikrullah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s